Jumat, 06 November 2009

Sabar dalam Menghadapi setiap Cobaan

Hidup pastinya di hadapkan pada permasalahan dan musibah,itulah kodrat yang tidak akan bisa kita hindari.Tinggal bagaimana kita menyikapi,dengan bersabar atau dengan bersikap putus asa.Atau mungkin mengeluh dengan berbagai cobaan yang di hadapi.Permasalahan dan musibah datangnya tanpa kita duga…tanpa kita sangka-sangka…tetapi memang mereka selalu muncul dan akan selalu muncul selama roh masih menyatu dengan badan…selama nafas masih terhembus… selama jantung masih berdetak… selama darah masih mengalir dalam urat nadi manusia.

Bagi sebagian orang, permasalahan yang terasa berat akan membawanya kepada hal yang negatif.Seperti mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.Karena contohnya adalah terlilit hutang dan sebagainya.Tapi, apakah kunci untuk menyelesaikan setiap masalah dan menghadapi segala musibah?jawabannya adalah bersikap sabar.Bersikap sabar tidak mudah untuk di lakukan,hanya orang yang punya rasa keimanan yang kuat yang bisa melakukannya.Ingat bahwa cobaan adalah ujian dari Tuhan.Untuk menjadikan kita orang yang lebih bertaqwa,makanya Tuhan menguji kita dengan segala cobaan.Ibarat sekolah kalau ingin naik naik kelas,maka harus melewati ujian dulu.Kalau bisa melewati ujian itu dengan baik maka akan memperoleh predikat lulus.Begitu juga ujian yang di berikan oleh Allah SWT,kalau kita dapat melewati dengan baik dan selalu bersikap sabar dan tawakal,maka Tuhan akan menaikkan derajat ketaqwaan kita.Makanya kita juga harus bersyukur,walaupun kita di kasih cobaan.Karena dengan Tuhan memberikan cobaan kepada kita,itu menandakan Tuhan memperhatikan kita,agar kita di naikkan derajatnya.

Bagi sebagian yang lain, permasalahan ataupun musibah ataupun harapan yang terputus membuat kita semakin kuat dalam menjalani lika-liku kehidupan. Kita merasa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan,kita akan menerima apa-apa yang diberikan Tuhan, menerima dan mensyukuri apa yang didapatkan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Memang bersikap sabar tak semudah yang kita katakan,atau kita nasehatkan kepada orang lain.Tapi debgan berusaha untuk selalu bersabar,itu lebih baik. karena “sabar itu pada awal kejadian” (Sahih Muslim : 1534), “Sesungguhnya yang dinamakan sabar itu adalah ketika (bersabar) pada pukulan (benturan) pertama” (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, 3/110-116 Dalam Bab Ziarah Kubur).. berdo'aPermasalahan dan musibah semakin mendekatkan diri kita dengan Tuhan,semakin kuat keimanan kita kepada Tuhan.Kita yakin bahwa dibalik masalah pasti ada hikmah dan kelapangan,sehingga segala permasalahan kehidupan akan kita jalani dengan pikiran jernih dengan selalu derdo’a, berusaha dan bertawakal kepada Tuhan.Kita tidak menampakkan kesedihannya pada orang disekitar kita karena kita tahu hal itu akan membawa orang lain ikut dalam kesedihan,tetap tersenyum dihadapan orang lain seolah-olah tidak terjadi sesuatupun pada diri pada diri kita.Hal ini membuat diri kita semakin dewasa dan selalu mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang muncul dalam kehidupannya.

Lalu mana yang akan kita pilih ketika masalah dan musibah itu menghampiri..?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut:2)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan . Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Al-Anbiyaa’ 35)

Bersabarlah, walaupun sabar itu tidak semudah apa yang dikatakan…
jangan pernah menyerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar